Posted by JPS POKER on November 20, 2018 in berita ekonomi, berita indonesia, berita kriminal, berita terkini, berita terupdate, berita unik, berita viral, beritapolitik, gosip, jpspoker, perth australia, pohon ara | No comments
Cabang Pohon Ara Raksasa di Perth ini Tumbang dan Terekam Kamera
Poker Uang Asli - Sebuah cabang pohon ara Moreton Bay yang besar di kampus Universitas Western Australia (UWA) di Perth yang ditanam lebih dari 80 tahun yang lalu rusak, dan insiden dari ranting-ranting yang patah itu direkam oleh kamera mereka yang sedang menyeberang di sana.
Dalam rekaman itu, seorang wanita yang sedang berjalan menuju pohon itu kemudian berbalik ketika seseorang meneriakkan kata 'hati-hati'.
Stanley, yang mengunjungi kampus bersama ayah dan kakeknya, mengatakan pemandangan dan suara ketika cabang-cabang pohon jatuh 'sangat mengejutkan.'
![]() |
| Cabang Pohon Ara Raksasa di Perth ini Tumbang dan Terekam Kamera
Play Ancient UWA Moreton Bay fig tree collapses (Indonesian )
"Kami menunggu sekitar dua sampai tiga menit sebelum terdengar suara keras patahan dahan... kami hanya bisa terbengong." tulis Stanley di media sosial.
Dia mengatakan suara patahan itu begitu kerasnya sehingga kemudian banyak orang berdatangan untuk melihat.
|
Pohon ini sering digunakan sebagai latar foto pernikahan. (ABC News: Julian Robbins)
Pohon ara ini sudah menjadi pohon yang ikonik dan bersejarah bagi kampus University of Western Austtralia.
Pohon yang terletak di depan gedung Fakultas Seni dan di sepanjang jalan utama kampus tersebut sering digunakan sebagai latar belakang bagi foton pernikahan.
Menurut buku 100 hal bersejarah di uiversitas tersebut, pohon ara ini ditanam 86 tahun lalu di tahun 1932 ditanam oleh salah seorang tukang kebun di sana George Munns.
Juru bicara UWA mengatakan staf yang ahli mengenai pepohonan (arborist) sekarang sedang mengkaji apakah pohon tersebut masih bisa diselamatkan, karena seperempat dari dahannya tumbang.
Petugas sedang mengecek dahan yang tumbang untuk melihat apakah bisa diselamatkan atau tidak. (ABCNews:JulianRobbins)
Dalam reaksinya beberapa orang menulis di media sosial mengungkapkan kesedihan mereka akan tumbangnya dahan pohon ara tersebut.
Alexis Lateef mengatakan ini 'seperti melihat kematian yang memilukan."
"Saya sudah mengetahui pohon ini sejak saya berusia 17 tahun mulai kuliah di Fakultas Seni di tahun 2005." katanya.
"Saya sering menyebut ini 'pohon kebijakan'. Saya kadang bisa duduk di bawahnya sambil merenung."
"Tidak terbayangkan betapa pilunya perasaan saya sekarang."
Lorin Hall menulis bahwa dia sering membuka stand di bawah pohon karena adanya pasar desain lokal bernama Upmarket, yang Judi Poker Indonesia diadakan di kampus universitas tersebut tiga bulan sekali.
"Saya sering melihat pohon dan bertanya-tanya apa saja yang sudah dilihatnya selama hidupnya. Saya begitu sedih sekarang ini dan berharap pohon ini masih bisa diselamatkan." tulisnya.



0 komentar:
Posting Komentar